Tampilkan postingan dengan label koprek honda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label koprek honda. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

HONDA LEGENDA CHOPPY CUP, SCRAMBLER CHOPPY CUB



Boy MS  ketua Pemuda Pancasila  Tangerang Selatan punya Honda Legenda, kesayangan. Namanya di jalanan, ada saja kejadian enggak enak. “Motor nabrak. Bodinya melintir enggak karuan dan akhirnya dibawa kesini,” buka H. Bahrudin alias Pesek, builder dari Bodisa Motor, Ciputat, Tangerang Selatan.

Sipnya, Boy ngasih kebebasan. “Terserah mau dicustom apa!” katanya memberi kebebasan. Dan ini yang jadi impian builder. Pesek jadi bebas berekpresi. Sesuai dengan nama Bodisa, kependekan dari Bodi Segala Bisa, segala genre modif dijabanin.

“Waktu itu saya lagi suka desain choppers dan grasttrack. Kira-kira kalau digabungin gimana ya?” renung sang builder. Keputusan akhir, dibuat choppy cub dengan kaki-kaki trail. Nah, lho!

Estetikanya terjaga apik. Langkah chop alias potong sana-sini dilakukan di bodi. Rake dibuat sedikit centang dan setang ala ape hanger dengan dimensi sesuai underbone.
Sok depan memilih ala klasik Honda C-70, sedang belakang hardtail. ”Dibuat mati seperti khasnya chopper klasik. Untuk penyangganya dibikin ala rantai. He..he.. mirip jarahan Indian larry dari Gasoline Alley yang sudah almarhum. Setelah itu kelir dibuat biru.

Detailnya cukup main juga. ”Ada sedikit sentuhan scrambler alias trail. Paling utama pakai ban pacul. Bukan karena gaya-gayaan. Pertimbangannya, ban pacul sedikit empuk. Jadi, bisa mengimbangi kontruksi hardtail di belakang,” jelas pria yang juga menjabat Korwil IMI Tangerang Selatan ini.
   
Langkah custom di Bodisa juga mengetengahkan hand made. Selain setang, mereka merancang knalpot  ala trail melingkar ke tengah bodi.  Siip lah!  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ben depan : Swallow 2,75-18
Ban belakang : Swallow 2,75-17
Bagasi depan : Suzuki Smash
Lengan ayun : Bodisa
Lampu : Variasi mobil & Legenda



sumber : http://motorplus.otomotifnet.com
 



Minggu, 07 Oktober 2012

HONDA CB100, GAYA NYENTRIK SEPEDA KUMBANG

Laju sepeda kumbang di jalan berlubang..... Itu penggalan lagu Oemar Bakrie yang dinyanyikan Iwan Fals. Namun kini gurunya gaul. Seperti Yogi Suprayogi, guru Sekolah Dasar di Majalengka, Jawa Barat itu.

Yogi terbilang nyentrik lantaran tiap hari naik Honda CB100 yang sudah alami modifikasi. Konsep yang dipilih punya karya seni yang tak bisa dianggap sebelah mata. Terutama untuk membangkitkan kreatifitas anak-anak didiknya.

Proses modif diserahkan ke Topan, punggawa Jatiwangi Custom Part (JCP). “Temanya chopper street road. Hasil rembukkan dengan Pak Yogi,” ungkap H. Muhammad Topan Irawan Ireng Maulana, nama lengkap builder JCP ini.

Begitu dapat persetujuan, Topan coba mempertahankan tulang tengah hingga bagian depan. Sedang rangka belakang diamputasi dan hanya disisakan besi berikut pegas untuk penopang jok single seater.

 

Slah menggunakan pedal sepeda (kiri)
Uniknya, jika melihat ubahan di lengan ayun belakang. Asli CB100 yang pakai double sok dilengserkan. Lalu diganti dengan pipa yang terpasang rigid menggunakan bahan seamless dengan ukuran ¾ inci.

“Swing arm dibikin rigid. Namun untuk kenyamanan pengendara diakali dengan menambah per di bagian bawah jok. Bahkan kaki depan andalkan peredam kejut model springer modern. Jadi, masih tetap aman jika dikendarai,” cuap modifikator yang juga pengusaha genteng dan keramik ini.

Sesuai ubahan belakang, tangki custom model peanut pasang di rangka tengah yang dilabur biru dipadu putih biar nyaman dan sedap dipandang mata tentunya. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Pelek : Marathon
Ban : FDR 110/70-17
Sok depan :
Setang : Custom mini bar
JCP : 0812-228-03158


sumber : http://motorplus.otomotifnet.com


HONDA ASTREA GRAND, BERGAYA KLASIK

Yuandi Gunawan kelamaan melihat motor Peugeot Bhama 1978 warisan almarhum ayahnya. Akhirnya coba dikawinkan dengan Honda Astrea Grand. Peugeot Bhama terpakai sasisnya, sedang mesin dan potongan engine mounting dari Grand. Jadinya dikasih nama Peugeot Grand.

















“Konsep ubahan yang saya pengin seperti Honda Monkey. Bentuknya pendek, bulat juga bantet. Tapi, agar sah dipakai jalan, surat-suratnya tetap hidup,” ujar Ghoondhiil, sapaan karib Yuandi yang menyebut tungangan ini awalnya Si Kumbang.

Konsep Honda Monkey hasil tukar pikiran dengan Unggin Son Supriyadi yang tiada lain temannya. Diharapkan bisa membuat tampilan motor lawas ini tampil beda. Apalagi rangka tengah sedikit custom biar tampak kokoh menggunakan pipa seamless diameter 1 inci.

Lalu potongan pelat engine mounting dari Grand disatukan dengan tulang Peugeot. Tepat di bagian bawah sasis. Tekniknya menggunakan las yang dikerjakan di bengkel RMS, Bekasi.

Selesai rangka, ubahan bergesar ke swim arm yang awalnya double sok jadi monosok. Biar enggak banyak papasan, Ghoondhiil yang dibantu Unggin lebih memilih lengan ayun Yamaha RX-King, karena lebih simpel.

“Lengan ayun RX-King ditambah pipa ke atas sebagai stabiliser, lalu diberi pegangan monosok belakang. Sedangkan kedudukan sok bagian depan dibikin di rangka utama. Makanya posisi sok Satria F-150 jadi terlihat datar,” lanjut bujang yang juga punya toko jual beli barang-barang bekas di Jl. KH Agus Salim RT 01/08, Teluk Angsam, Bekasi Timur.  (motorplus-online.com)  
 
 DATA MODIFIKASI
Headlamp : Variasi
Ban depam : Mizzle 90/80-14
Ban belakan : Mizzle 100/80-14
Pelek : TK 1,85x14 & 3,00x14
Knalpot : HMF Custom
Sok depan : Suzuki Satria F-150

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com


HONDA PCX 125, ADOPSI WARNA SPORT CAR


Honda PCX lahir sebagai skubek premium dengan paduan warna standar yang mengacu tampilan elegan. Rupanya 3 pilihan warna yang di sodorkan ATPM itu dirasa terlalu formal. Seperti yang dirasakan kedua pemilik PCX ini.

“Makanya kami berdua memilih ganti warna. Seluruh bodi motor disiram dengan kelir yang cerah, biar lebih funky,” kompak Reza Pahlavi dan Resi Wimbadi. Meraka pemilik PCX yang tergabung di Honda PCX Club Indonesia, Chapter Jakarta.

Mereka ingin membuktikan bila PCX tidak hanya cocok dengan kelir kalem. Warna cerah juga mampu bikin tampilan lebih eye cathing dan menggoda. Namun kesan elegan sebagai skubek premium tetap tidak hilang.

 Karpet dek hasil kreasi sendiri. Knalpot variasi agar lebih bertenaga
Resi yang juga pemilik bengkel spesialis cat bodi mobil itu kasih saran. Pilihan warna jangan terlalu berlebihan, justru malah bikin tampilan motor seperti skubek kebanyakan. “Hindari warna cerah dengan kelir solid. Tapi, menggunakan paduan metalik atau cyralic agar kesan elegan motor tidak hilang,” lanjut Resi.

Resi andalkan kelir oranye cyralic yang warnanya diambil dari mobil balap atau sportcar mewah, Lamborgini Diablo. Warna oranye ini memenuhi seluruh bodi utama bagian bagian motor. Sedangkan areal bodi seputar dek tetap dipertahankan standar.  
Sedangkan PCX milik Reza tampil dengan warna baru. Yaitu merah marun, juga diramu cyralik. “Gue pilih kelir merah ini sama dengan warna yang dipakai Mitshubishi Evo XI terbaru,” jelas Reza yang melengkapi skubek andalannya ini dengan pemasangan variasi bolt on hampir seluruh bagian motor. (motorplus-online.com)



DATA MODIFIKASI
PCX Resi
Sok belakang : Aftermarket
PCX Rez
Knalpot : J-Costa
 

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

HONDA TIGER ALA HARLEY DAVIDSON


Dimensi dan bodi sama persis
Banyak bikers yang tergila-gila pesona kuda besi berdapur pacu V engine macam Harley-Davidson. Salah satunya Zulkifli yang sejak muda mendambakan besutan yang berasal dari Milwaukee, Wisconsin, negara bagian Amerika Serikat itu. Keinginan ini dicurahkan lewat Honda Tiger yang sudah disulap bergaya H-D Ultra Glide.

“Mikirin H-D Ultra Glide bikin saya enggak bisa tidur, membuat kepikiran untuk modifikasi Honda Tiger yang tampilannya dibikin ala H-D spesifikasi turing tersebut,” jelas Zulkifli yang tinggal di Cinere, Kota Depok.

Memang tidak mudah untuk merealisasikan keinginan Zulkifli, pasalnya dimensi motor harus dibuat lebih melar. Mulai dari rangka dan bodinya yang seluruhnya sudah pasti diganti baru. “Ubahan Hoda Tiger ini terbilang extrem lantaran rangka seluruhnya dibaut ulang, hanya bagian komstir saja yang masih bawaan motor,” jelas Wardoyo, modifikator dari bengkel G2C yang mengerjakan modifikasi ini.


Cover gearbox dicetak fiber (kiri) - Spatbor dilengkapi dengan list (kanan)
Biar tampilan Honda Tiger hasilnya bisa semirip mungkin dengan H-D Ultra Glide, ubahan bagian rangka harus maksimal. “Desain frame mengikuti tekukan H-D Ultra Glide yang data dan gambarnya diperoleh dari manual book asli H-D,” lanjut Wardoyo .

Menurut Wardoyo yang berambut ikal itu, rangka asli harus rela dikorbankan. Diganti dengan pipa seamless yang diameternya ½ inci.

Berikutnya yang jadi kendala dapur pacu satu silinder Tiger. Imut, jadi masalah dalam proses pembentukan rangka bagian tengah. Tulang tengah ini harus dibuat lebar sesuai dengan mesih H-D model V-twin dan gearbox terpisah.

Semula Wardoyo berniat menempel blok mesin dan silinder head copotan Honda Tiger di bagian atas, namun rencana berubah.

Alhasil dapur pacu tidak mengalami ubahan, hanya areal belakang Tiger biar telihat besar diisi dengan kamuflase yang mirip gearbox H-D. “Kalau dilihat seklias areal bagian mesin jadi terlihat penuh,” urai Wardoyo.

Untuk gearbox dan tutupnya ini, mengandalkan bodi fiber yang langsung dicetak dari part orisinil H-D. “Kebetulan saya masih menyimpan cover gearbox H-D, makanya langsung dicetak dengan fiber,” lanjut builder bertubuh gempal ini.

Tidak cuma itu, bahan fiber juga dimanfaatkan Wardoyo untuk membentuk seluruh bodi tiruan H-D Ultra Glide. Ini kali, builder asal Seragen, Solo itu enggak pakai bodi pelat besi yang sudah jadi andalannya. Lantaran bodi motor yang besar harus disiasati dengan material yang lebih ringan.

Pengerjaan bodi lagi-lagi dicetak langsung dari copotan part H-D Ultra Glide. Meliputi tangki, sepatbor depan dan belakang, winshield, bagian box, makanya bentuk dan ukuran bodi fiber yang menempel di Honda Tiger ini sama persis dengan Ultra Glide. Bener-bener Hampir-Davidson…! (motorplus-online.com)
  
 Data Modifikasi
Ban depan : Swallow 100/60-17
Ban belakang : Swallow 120/70-17
Knalpot : Custom G2C
Bodi : Fiber Custom G2C
G2C : (021) 46427753 

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

Selasa, 18 September 2012

HONDA TIGER, DILUAR PAKEM


 Mirip berbagai jenis motor
Mencoba sesuatu yang berada di luar pakem atau aturan, biasa di lakukan oleh Agus Djanuar. Pemilik rumah modifikasi X-K Bike Design, Purwokerto ini kerap menghadirkan napas baru di dunia otomotif Indonesia. Caranya dengan menghadirkan modifikasi yang boleh dikatakan lain dari yang lain.

“Di 2012 ini pengen tampil agak nyleneh aja, biar gak bosan,” buka pria yang akrab di sapa Agus DJ ini. Dibuatlah modif yang desainnya boleh dibilang campur aduk. Tapi, konsepnya masih menganut street fighter ala West Jateng Style (WJS) yang awalnya dipelopori Agus DJ dan Bolo, sahabat karibnya.

Tengok saja Honda Tiger 1995 milik Agus DJ. Ini kali semua aliran diborong dan digabung dalam satu motor. Sekilas mirip kuda besi drag bike, sekilas juga mirip special engine atau pun supermoto. “Namun roh utamanya tetap street fighter,” tegas pemilik bengkel di Jl. Pasir Muncang, Purwokerto ini.
 Tutup tangki di ekor (kiri) - Pro arm bisa muat roda lebar (kanan)
Untuk membuat tampilan baru, back bone dipotong total. Hanya disisakan center bone saja sebagai rangka utama. Kemudian dibuat tulang dari pipa baru yang langsung menyatu dengan dudukan jok belakang.

Agar semakin keluar pakem, posisi tangki dipindah ke belakang. Lubang pengisian bahan bakar sengaja ditonjolkan di ujung belakang jok. Barulah kemudian ditutup dengan jok orisinil milik Kawasaki KLX 150S.

Agar terlihat lebih kekar, sok depan digantikan dengan limbah Suzuki GSX-R750, lengkap beserta pelek dan peranti pengeremannya. Posisi setang sedikit diturunkan agar handling lebih menjorok ke depan. Membuat ciri street fighter tetap terlihat.

 Panel minimalis
Beralih ke belakang, lengan ayun orsi dipensiunkan. Sebagai pengganti, dipasang swing arm milik Triumph 955i yang berbentuk mono arm. Selain terlihat gaya, lengan ayun ini memang sengaja dipilih karena mampu menampung pelek dan ban tapak lebar sampai ukuran 7 inci.

Tentunya dengan pasang ban lebar menjadi nilai kepuasan tersendiri bagi pecinta aliran street fighter. Hasilnya berbeda dari biasa.

“Teru teraang, sebenarnya bingung juga mau nyebut ini alirannya apa, tapi kalau bisa bikin sesuatu yang di luar pakem rasanya senang aja di hati” tutup dedengkot Minor Fighter Purwokerto ini. (motorplus-online.com)
 
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 110/70-17
Ban belakang : Pirelli 190/50-17
Pelek belakang : Triumph 955i
Sok belakang : Triumph 955i
Knalpot : Handmade
X-K Bike Design : 0816-692-964

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com