Tampilkan postingan dengan label modifikasi motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modifikasi motor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Oktober 2012

HONDA CB100, GAYA NYENTRIK SEPEDA KUMBANG

Laju sepeda kumbang di jalan berlubang..... Itu penggalan lagu Oemar Bakrie yang dinyanyikan Iwan Fals. Namun kini gurunya gaul. Seperti Yogi Suprayogi, guru Sekolah Dasar di Majalengka, Jawa Barat itu.

Yogi terbilang nyentrik lantaran tiap hari naik Honda CB100 yang sudah alami modifikasi. Konsep yang dipilih punya karya seni yang tak bisa dianggap sebelah mata. Terutama untuk membangkitkan kreatifitas anak-anak didiknya.

Proses modif diserahkan ke Topan, punggawa Jatiwangi Custom Part (JCP). “Temanya chopper street road. Hasil rembukkan dengan Pak Yogi,” ungkap H. Muhammad Topan Irawan Ireng Maulana, nama lengkap builder JCP ini.

Begitu dapat persetujuan, Topan coba mempertahankan tulang tengah hingga bagian depan. Sedang rangka belakang diamputasi dan hanya disisakan besi berikut pegas untuk penopang jok single seater.

 

Slah menggunakan pedal sepeda (kiri)
Uniknya, jika melihat ubahan di lengan ayun belakang. Asli CB100 yang pakai double sok dilengserkan. Lalu diganti dengan pipa yang terpasang rigid menggunakan bahan seamless dengan ukuran ¾ inci.

“Swing arm dibikin rigid. Namun untuk kenyamanan pengendara diakali dengan menambah per di bagian bawah jok. Bahkan kaki depan andalkan peredam kejut model springer modern. Jadi, masih tetap aman jika dikendarai,” cuap modifikator yang juga pengusaha genteng dan keramik ini.

Sesuai ubahan belakang, tangki custom model peanut pasang di rangka tengah yang dilabur biru dipadu putih biar nyaman dan sedap dipandang mata tentunya. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Pelek : Marathon
Ban : FDR 110/70-17
Sok depan :
Setang : Custom mini bar
JCP : 0812-228-03158


sumber : http://motorplus.otomotifnet.com


HONDA ASTREA GRAND, BERGAYA KLASIK

Yuandi Gunawan kelamaan melihat motor Peugeot Bhama 1978 warisan almarhum ayahnya. Akhirnya coba dikawinkan dengan Honda Astrea Grand. Peugeot Bhama terpakai sasisnya, sedang mesin dan potongan engine mounting dari Grand. Jadinya dikasih nama Peugeot Grand.

















“Konsep ubahan yang saya pengin seperti Honda Monkey. Bentuknya pendek, bulat juga bantet. Tapi, agar sah dipakai jalan, surat-suratnya tetap hidup,” ujar Ghoondhiil, sapaan karib Yuandi yang menyebut tungangan ini awalnya Si Kumbang.

Konsep Honda Monkey hasil tukar pikiran dengan Unggin Son Supriyadi yang tiada lain temannya. Diharapkan bisa membuat tampilan motor lawas ini tampil beda. Apalagi rangka tengah sedikit custom biar tampak kokoh menggunakan pipa seamless diameter 1 inci.

Lalu potongan pelat engine mounting dari Grand disatukan dengan tulang Peugeot. Tepat di bagian bawah sasis. Tekniknya menggunakan las yang dikerjakan di bengkel RMS, Bekasi.

Selesai rangka, ubahan bergesar ke swim arm yang awalnya double sok jadi monosok. Biar enggak banyak papasan, Ghoondhiil yang dibantu Unggin lebih memilih lengan ayun Yamaha RX-King, karena lebih simpel.

“Lengan ayun RX-King ditambah pipa ke atas sebagai stabiliser, lalu diberi pegangan monosok belakang. Sedangkan kedudukan sok bagian depan dibikin di rangka utama. Makanya posisi sok Satria F-150 jadi terlihat datar,” lanjut bujang yang juga punya toko jual beli barang-barang bekas di Jl. KH Agus Salim RT 01/08, Teluk Angsam, Bekasi Timur.  (motorplus-online.com)  
 
 DATA MODIFIKASI
Headlamp : Variasi
Ban depam : Mizzle 90/80-14
Ban belakan : Mizzle 100/80-14
Pelek : TK 1,85x14 & 3,00x14
Knalpot : HMF Custom
Sok depan : Suzuki Satria F-150

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com


HONDA PCX 125, ADOPSI WARNA SPORT CAR


Honda PCX lahir sebagai skubek premium dengan paduan warna standar yang mengacu tampilan elegan. Rupanya 3 pilihan warna yang di sodorkan ATPM itu dirasa terlalu formal. Seperti yang dirasakan kedua pemilik PCX ini.

“Makanya kami berdua memilih ganti warna. Seluruh bodi motor disiram dengan kelir yang cerah, biar lebih funky,” kompak Reza Pahlavi dan Resi Wimbadi. Meraka pemilik PCX yang tergabung di Honda PCX Club Indonesia, Chapter Jakarta.

Mereka ingin membuktikan bila PCX tidak hanya cocok dengan kelir kalem. Warna cerah juga mampu bikin tampilan lebih eye cathing dan menggoda. Namun kesan elegan sebagai skubek premium tetap tidak hilang.

 Karpet dek hasil kreasi sendiri. Knalpot variasi agar lebih bertenaga
Resi yang juga pemilik bengkel spesialis cat bodi mobil itu kasih saran. Pilihan warna jangan terlalu berlebihan, justru malah bikin tampilan motor seperti skubek kebanyakan. “Hindari warna cerah dengan kelir solid. Tapi, menggunakan paduan metalik atau cyralic agar kesan elegan motor tidak hilang,” lanjut Resi.

Resi andalkan kelir oranye cyralic yang warnanya diambil dari mobil balap atau sportcar mewah, Lamborgini Diablo. Warna oranye ini memenuhi seluruh bodi utama bagian bagian motor. Sedangkan areal bodi seputar dek tetap dipertahankan standar.  
Sedangkan PCX milik Reza tampil dengan warna baru. Yaitu merah marun, juga diramu cyralik. “Gue pilih kelir merah ini sama dengan warna yang dipakai Mitshubishi Evo XI terbaru,” jelas Reza yang melengkapi skubek andalannya ini dengan pemasangan variasi bolt on hampir seluruh bagian motor. (motorplus-online.com)



DATA MODIFIKASI
PCX Resi
Sok belakang : Aftermarket
PCX Rez
Knalpot : J-Costa
 

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

HONDA TIGER ALA HARLEY DAVIDSON


Dimensi dan bodi sama persis
Banyak bikers yang tergila-gila pesona kuda besi berdapur pacu V engine macam Harley-Davidson. Salah satunya Zulkifli yang sejak muda mendambakan besutan yang berasal dari Milwaukee, Wisconsin, negara bagian Amerika Serikat itu. Keinginan ini dicurahkan lewat Honda Tiger yang sudah disulap bergaya H-D Ultra Glide.

“Mikirin H-D Ultra Glide bikin saya enggak bisa tidur, membuat kepikiran untuk modifikasi Honda Tiger yang tampilannya dibikin ala H-D spesifikasi turing tersebut,” jelas Zulkifli yang tinggal di Cinere, Kota Depok.

Memang tidak mudah untuk merealisasikan keinginan Zulkifli, pasalnya dimensi motor harus dibuat lebih melar. Mulai dari rangka dan bodinya yang seluruhnya sudah pasti diganti baru. “Ubahan Hoda Tiger ini terbilang extrem lantaran rangka seluruhnya dibaut ulang, hanya bagian komstir saja yang masih bawaan motor,” jelas Wardoyo, modifikator dari bengkel G2C yang mengerjakan modifikasi ini.


Cover gearbox dicetak fiber (kiri) - Spatbor dilengkapi dengan list (kanan)
Biar tampilan Honda Tiger hasilnya bisa semirip mungkin dengan H-D Ultra Glide, ubahan bagian rangka harus maksimal. “Desain frame mengikuti tekukan H-D Ultra Glide yang data dan gambarnya diperoleh dari manual book asli H-D,” lanjut Wardoyo .

Menurut Wardoyo yang berambut ikal itu, rangka asli harus rela dikorbankan. Diganti dengan pipa seamless yang diameternya ½ inci.

Berikutnya yang jadi kendala dapur pacu satu silinder Tiger. Imut, jadi masalah dalam proses pembentukan rangka bagian tengah. Tulang tengah ini harus dibuat lebar sesuai dengan mesih H-D model V-twin dan gearbox terpisah.

Semula Wardoyo berniat menempel blok mesin dan silinder head copotan Honda Tiger di bagian atas, namun rencana berubah.

Alhasil dapur pacu tidak mengalami ubahan, hanya areal belakang Tiger biar telihat besar diisi dengan kamuflase yang mirip gearbox H-D. “Kalau dilihat seklias areal bagian mesin jadi terlihat penuh,” urai Wardoyo.

Untuk gearbox dan tutupnya ini, mengandalkan bodi fiber yang langsung dicetak dari part orisinil H-D. “Kebetulan saya masih menyimpan cover gearbox H-D, makanya langsung dicetak dengan fiber,” lanjut builder bertubuh gempal ini.

Tidak cuma itu, bahan fiber juga dimanfaatkan Wardoyo untuk membentuk seluruh bodi tiruan H-D Ultra Glide. Ini kali, builder asal Seragen, Solo itu enggak pakai bodi pelat besi yang sudah jadi andalannya. Lantaran bodi motor yang besar harus disiasati dengan material yang lebih ringan.

Pengerjaan bodi lagi-lagi dicetak langsung dari copotan part H-D Ultra Glide. Meliputi tangki, sepatbor depan dan belakang, winshield, bagian box, makanya bentuk dan ukuran bodi fiber yang menempel di Honda Tiger ini sama persis dengan Ultra Glide. Bener-bener Hampir-Davidson…! (motorplus-online.com)
  
 Data Modifikasi
Ban depan : Swallow 100/60-17
Ban belakang : Swallow 120/70-17
Knalpot : Custom G2C
Bodi : Fiber Custom G2C
G2C : (021) 46427753 

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

Selasa, 18 September 2012

HONDA LEGENDA, GORILLA LAKU Rp 20 JUTA


 Tampilan mini menggiurkan
Tampilan Honda Gorilla memang unik. Ban kecil dan bodi tinggi. Katanya gaya ini lagi mewabah di Bali. Penggemarnya luar biasa. Rian Tjiu juragan Aboben Bali  selalu nggak mau tanggung buat modifikasinya.  Beberapa kali hasil modifnya sukses menggondol piala juara di kontes-kontes besar. Termasuk ketika modifikasi Honda Legenda yang disulap jadi Honda Gorilla ini.

Aslinya Gorilla yang bukan binatang ini adalah motor kecil. Modelnya Japs style yang memang lagi tren di tanah air. Tapi, kapasitas asli mesin Gorilla hanya 50 cc. Seperti buat anak-anak tapi disukai orang bangkotan.

Meski motor kecil, namun bentuknya seperti motor laki. Kan desainnya seperti Jap’s style versi mininya. Untuk itu harus rombak total Legenda yang asalnya bebek dan termasuk motor untuk orang dewasa. Harus dibuatkan rangka yang menyangga tangki di tengah. “Maklum asli Legenda frame-nya menganut model underbone," buka Rian.


 Cakram depan di kiri, Sok depan variasi Honda Vario disambung
Untuk pasang dudukan tangki dan jok, Rian memakai pelat setebal  1,5 mm. Prosesnya dudukan mesin bawaan legenda tetap dipakai. Sehingga tidak menghilangkan nomor rangkanya.

Dudukan tangki dan jok Legenda dipotong. “Dibikin ulang sehingga menyerupai rangka Gorilla," ujar Rian yang kini menjual rangka model begini. Tapi, produk yang dijual Rian bukan bikinan. Frame sudah dipesan dari Thailand. Pembeli tinggal plug and play. Dengan rangka yang sudah pas itu, Rian menyiapkan tangki, jok, tutup aki, sayap sepatbor depan dan belakang. Semua asli diambil dari Honda Gorilla.

Lanjut ke sokbreker. Sokbreker depan yang upside down,  diambil dari variasi punya Honda Vario. Tapi, tidak bisa langsung plek, "Ada sedikit ubahan di segitiga atas dan bawahnya," terangnya. Segitiga sok Vario yang sudah lebar itu, masih kurang lebar buat menahan kaki-kaki Gorilla. Untuk itu bagian tengah segitiga atas dan bawahnya dipotong, lalu ditambahkan daging selebar 3 cm.

Sedangkan sok belakang, Rian mengadopsi dari variasi. "Untuk yang buritan enggak perlu ubahan. Langsung bisa pasang karena ukurannya sudah sama," paparnya.
Setelah proyek pertamanya sukses, Rian pun mulai kebanjiran order modifikasi ala Japs style yang cebol ini. Kalau mengikuti ala custom biayanya lumayan besar. "Custom jatuhnya lebih mahal. Makanya part yang custom mulai diproduksi. Rangka pesan dari Thailand, pelek bikin sendiri dan sokbreker juga produksi sendiri. Jadi, tinggal pasang saja," bisiknya.

Sekarang modif Japs style bikinan Rian biayanya bisa ditekan lumayan banyak. Untuk Legenda ini yang jadi proyek awal dengan rangka, pelek dan sokbreker depan custom, laku dijual seharga Rp 20 juta pada seorang Jepang.

Kini dengan part produksinya, modifikasi ini  cukup  menghabiskan biaya Rp 13 juta. Sudah tersedia komponen lengkap. Enggak perlu ribet lagi. Lumayan penghematannya. Juga hitungannya jadi lebih presisi. Maklum tidak dikerjakan dengan hand made lagi. (motorplus-online.com)





Data Modifikasi
Ban Depan : Taiwan 80-8
Ban Belakang : Taiwan 100-8
Pelek Depan : Custom 2, 15-8
Pelek Belakang : 2,-850
Aboben : (0361) 223926

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com