Tampilkan postingan dengan label modifikasi motor honda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modifikasi motor honda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Oktober 2012

HONDA TIGER ALA HARLEY DAVIDSON


Dimensi dan bodi sama persis
Banyak bikers yang tergila-gila pesona kuda besi berdapur pacu V engine macam Harley-Davidson. Salah satunya Zulkifli yang sejak muda mendambakan besutan yang berasal dari Milwaukee, Wisconsin, negara bagian Amerika Serikat itu. Keinginan ini dicurahkan lewat Honda Tiger yang sudah disulap bergaya H-D Ultra Glide.

“Mikirin H-D Ultra Glide bikin saya enggak bisa tidur, membuat kepikiran untuk modifikasi Honda Tiger yang tampilannya dibikin ala H-D spesifikasi turing tersebut,” jelas Zulkifli yang tinggal di Cinere, Kota Depok.

Memang tidak mudah untuk merealisasikan keinginan Zulkifli, pasalnya dimensi motor harus dibuat lebih melar. Mulai dari rangka dan bodinya yang seluruhnya sudah pasti diganti baru. “Ubahan Hoda Tiger ini terbilang extrem lantaran rangka seluruhnya dibaut ulang, hanya bagian komstir saja yang masih bawaan motor,” jelas Wardoyo, modifikator dari bengkel G2C yang mengerjakan modifikasi ini.


Cover gearbox dicetak fiber (kiri) - Spatbor dilengkapi dengan list (kanan)
Biar tampilan Honda Tiger hasilnya bisa semirip mungkin dengan H-D Ultra Glide, ubahan bagian rangka harus maksimal. “Desain frame mengikuti tekukan H-D Ultra Glide yang data dan gambarnya diperoleh dari manual book asli H-D,” lanjut Wardoyo .

Menurut Wardoyo yang berambut ikal itu, rangka asli harus rela dikorbankan. Diganti dengan pipa seamless yang diameternya ½ inci.

Berikutnya yang jadi kendala dapur pacu satu silinder Tiger. Imut, jadi masalah dalam proses pembentukan rangka bagian tengah. Tulang tengah ini harus dibuat lebar sesuai dengan mesih H-D model V-twin dan gearbox terpisah.

Semula Wardoyo berniat menempel blok mesin dan silinder head copotan Honda Tiger di bagian atas, namun rencana berubah.

Alhasil dapur pacu tidak mengalami ubahan, hanya areal belakang Tiger biar telihat besar diisi dengan kamuflase yang mirip gearbox H-D. “Kalau dilihat seklias areal bagian mesin jadi terlihat penuh,” urai Wardoyo.

Untuk gearbox dan tutupnya ini, mengandalkan bodi fiber yang langsung dicetak dari part orisinil H-D. “Kebetulan saya masih menyimpan cover gearbox H-D, makanya langsung dicetak dengan fiber,” lanjut builder bertubuh gempal ini.

Tidak cuma itu, bahan fiber juga dimanfaatkan Wardoyo untuk membentuk seluruh bodi tiruan H-D Ultra Glide. Ini kali, builder asal Seragen, Solo itu enggak pakai bodi pelat besi yang sudah jadi andalannya. Lantaran bodi motor yang besar harus disiasati dengan material yang lebih ringan.

Pengerjaan bodi lagi-lagi dicetak langsung dari copotan part H-D Ultra Glide. Meliputi tangki, sepatbor depan dan belakang, winshield, bagian box, makanya bentuk dan ukuran bodi fiber yang menempel di Honda Tiger ini sama persis dengan Ultra Glide. Bener-bener Hampir-Davidson…! (motorplus-online.com)
  
 Data Modifikasi
Ban depan : Swallow 100/60-17
Ban belakang : Swallow 120/70-17
Knalpot : Custom G2C
Bodi : Fiber Custom G2C
G2C : (021) 46427753 

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

Selasa, 18 September 2012

HONDA TIGER, DILUAR PAKEM


 Mirip berbagai jenis motor
Mencoba sesuatu yang berada di luar pakem atau aturan, biasa di lakukan oleh Agus Djanuar. Pemilik rumah modifikasi X-K Bike Design, Purwokerto ini kerap menghadirkan napas baru di dunia otomotif Indonesia. Caranya dengan menghadirkan modifikasi yang boleh dikatakan lain dari yang lain.

“Di 2012 ini pengen tampil agak nyleneh aja, biar gak bosan,” buka pria yang akrab di sapa Agus DJ ini. Dibuatlah modif yang desainnya boleh dibilang campur aduk. Tapi, konsepnya masih menganut street fighter ala West Jateng Style (WJS) yang awalnya dipelopori Agus DJ dan Bolo, sahabat karibnya.

Tengok saja Honda Tiger 1995 milik Agus DJ. Ini kali semua aliran diborong dan digabung dalam satu motor. Sekilas mirip kuda besi drag bike, sekilas juga mirip special engine atau pun supermoto. “Namun roh utamanya tetap street fighter,” tegas pemilik bengkel di Jl. Pasir Muncang, Purwokerto ini.
 Tutup tangki di ekor (kiri) - Pro arm bisa muat roda lebar (kanan)
Untuk membuat tampilan baru, back bone dipotong total. Hanya disisakan center bone saja sebagai rangka utama. Kemudian dibuat tulang dari pipa baru yang langsung menyatu dengan dudukan jok belakang.

Agar semakin keluar pakem, posisi tangki dipindah ke belakang. Lubang pengisian bahan bakar sengaja ditonjolkan di ujung belakang jok. Barulah kemudian ditutup dengan jok orisinil milik Kawasaki KLX 150S.

Agar terlihat lebih kekar, sok depan digantikan dengan limbah Suzuki GSX-R750, lengkap beserta pelek dan peranti pengeremannya. Posisi setang sedikit diturunkan agar handling lebih menjorok ke depan. Membuat ciri street fighter tetap terlihat.

 Panel minimalis
Beralih ke belakang, lengan ayun orsi dipensiunkan. Sebagai pengganti, dipasang swing arm milik Triumph 955i yang berbentuk mono arm. Selain terlihat gaya, lengan ayun ini memang sengaja dipilih karena mampu menampung pelek dan ban tapak lebar sampai ukuran 7 inci.

Tentunya dengan pasang ban lebar menjadi nilai kepuasan tersendiri bagi pecinta aliran street fighter. Hasilnya berbeda dari biasa.

“Teru teraang, sebenarnya bingung juga mau nyebut ini alirannya apa, tapi kalau bisa bikin sesuatu yang di luar pakem rasanya senang aja di hati” tutup dedengkot Minor Fighter Purwokerto ini. (motorplus-online.com)
 
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 110/70-17
Ban belakang : Pirelli 190/50-17
Pelek belakang : Triumph 955i
Sok belakang : Triumph 955i
Knalpot : Handmade
X-K Bike Design : 0816-692-964

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

HONDA LEGENDA, GORILLA LAKU Rp 20 JUTA


 Tampilan mini menggiurkan
Tampilan Honda Gorilla memang unik. Ban kecil dan bodi tinggi. Katanya gaya ini lagi mewabah di Bali. Penggemarnya luar biasa. Rian Tjiu juragan Aboben Bali  selalu nggak mau tanggung buat modifikasinya.  Beberapa kali hasil modifnya sukses menggondol piala juara di kontes-kontes besar. Termasuk ketika modifikasi Honda Legenda yang disulap jadi Honda Gorilla ini.

Aslinya Gorilla yang bukan binatang ini adalah motor kecil. Modelnya Japs style yang memang lagi tren di tanah air. Tapi, kapasitas asli mesin Gorilla hanya 50 cc. Seperti buat anak-anak tapi disukai orang bangkotan.

Meski motor kecil, namun bentuknya seperti motor laki. Kan desainnya seperti Jap’s style versi mininya. Untuk itu harus rombak total Legenda yang asalnya bebek dan termasuk motor untuk orang dewasa. Harus dibuatkan rangka yang menyangga tangki di tengah. “Maklum asli Legenda frame-nya menganut model underbone," buka Rian.


 Cakram depan di kiri, Sok depan variasi Honda Vario disambung
Untuk pasang dudukan tangki dan jok, Rian memakai pelat setebal  1,5 mm. Prosesnya dudukan mesin bawaan legenda tetap dipakai. Sehingga tidak menghilangkan nomor rangkanya.

Dudukan tangki dan jok Legenda dipotong. “Dibikin ulang sehingga menyerupai rangka Gorilla," ujar Rian yang kini menjual rangka model begini. Tapi, produk yang dijual Rian bukan bikinan. Frame sudah dipesan dari Thailand. Pembeli tinggal plug and play. Dengan rangka yang sudah pas itu, Rian menyiapkan tangki, jok, tutup aki, sayap sepatbor depan dan belakang. Semua asli diambil dari Honda Gorilla.

Lanjut ke sokbreker. Sokbreker depan yang upside down,  diambil dari variasi punya Honda Vario. Tapi, tidak bisa langsung plek, "Ada sedikit ubahan di segitiga atas dan bawahnya," terangnya. Segitiga sok Vario yang sudah lebar itu, masih kurang lebar buat menahan kaki-kaki Gorilla. Untuk itu bagian tengah segitiga atas dan bawahnya dipotong, lalu ditambahkan daging selebar 3 cm.

Sedangkan sok belakang, Rian mengadopsi dari variasi. "Untuk yang buritan enggak perlu ubahan. Langsung bisa pasang karena ukurannya sudah sama," paparnya.
Setelah proyek pertamanya sukses, Rian pun mulai kebanjiran order modifikasi ala Japs style yang cebol ini. Kalau mengikuti ala custom biayanya lumayan besar. "Custom jatuhnya lebih mahal. Makanya part yang custom mulai diproduksi. Rangka pesan dari Thailand, pelek bikin sendiri dan sokbreker juga produksi sendiri. Jadi, tinggal pasang saja," bisiknya.

Sekarang modif Japs style bikinan Rian biayanya bisa ditekan lumayan banyak. Untuk Legenda ini yang jadi proyek awal dengan rangka, pelek dan sokbreker depan custom, laku dijual seharga Rp 20 juta pada seorang Jepang.

Kini dengan part produksinya, modifikasi ini  cukup  menghabiskan biaya Rp 13 juta. Sudah tersedia komponen lengkap. Enggak perlu ribet lagi. Lumayan penghematannya. Juga hitungannya jadi lebih presisi. Maklum tidak dikerjakan dengan hand made lagi. (motorplus-online.com)





Data Modifikasi
Ban Depan : Taiwan 80-8
Ban Belakang : Taiwan 100-8
Pelek Depan : Custom 2, 15-8
Pelek Belakang : 2,-850
Aboben : (0361) 223926

sumber : http://motorplus.otomotifnet.com

Senin, 17 September 2012

HONDA ASTREA 800, MONTOR AYAH PUN DIGARAP

Kecintaanya terhadap motor roda dua didukung penuh keluarga. Itu yang bikin H. Nanang terjun sebagai modifikator. “Melalui dukungan ini, bikin semangat geluti hobi baru. Karena sering lihat saya modifikasi, ayah pun tertarik buat ubah Honda Astrea 800 miliknya. Konsepnya terserah saya katanya,” sebut Awan, sapaan karibnya.

Konsep yang dipilih, choppy cub. Karena menurutnya, konsep ini paling cocok buat motor lawas itu. Tinggal mainkan detail dan finishing sempurna, maka hasil keseluruhan pun bakal tak mengecewakan. Kesan glamour yang dipancarkan, meruntuhkan kesan jadul dan berganti gaul! He..he..he...
Isi bensin, tak perlu buka jok!, Paduan detail dan finishing dukung harmonisasi
Tapi, yang pertama dilakukan modifikator tiga anak ini, bikin kaki si bebek lawas jadi kekar. Caranya, mengganti pelek dan ukuran ban yang agak besar dari aslinya. Bagian belakang pakai ukuran pelek 1,80x17. Sedang bagian depan, andalkan pelek palang ukuran 1,60x17 yang dicustom lagi.

Biar makin beda, permainan lengan ayun dilakukan. Menurut Awan, swing arm orisinil kurang pas buat dukung konsep yang diinginkan. Maka itu, pria bergelar sarjana hukum ini membuat custom lengan ayun pakai pipa bulat.

Ide ciamik buat terapkan sistem suspensi belakang (kiri)
"Kalau diameternya mengikuti pipa arm lengan ayun Honda GL-100. Tapi, tebal pipa, dipilih yang 3 mm,” timpal pria yang punya workshop bernama Garasinya Awan di Jl. Raya Bogor, Km. 34, No. 3, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Ada yang menarik dari ubahan yang diterapkan Awan. Jika kebanyakan modif choppy cub andalkan sasis rigid, maka Awan tetap ingin pakai suspensi belakang. “Supaya tetap nyaman buat harian,” tutup Awan yang ramah. Keren!

Suspensi Unik
Buat urusan sok belakang, Awan mengaplikasi peredam kejut milik Yamaha Jupiter MX 135LC. Pemasangan, sok disambung dengan pipa yang menyambung dengan lengan ayun. Jadi sistem kerjanya, saat ditunggangi, bagian arm custom itu mengangkat. Meski begitu, kesetabilan rancangan ini tetap terjaga. Sebab untuk dudukan sok sudah dipertimbangkan kekuatannya. (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 2,50x17
Ban belakang : IRC 2,75x17
Setang : Honda Tiger
Jok : Custom
Garasinya Awan : 0812-1070-666
 
sumber : http://motorplus.otomotifnet.com